Malam ini dibalik kerudung kesendirian aku merasakan pedih itu lagi. Percikan-percikan rindu, amarah, gelisah menyatu di relung ini. Berkumpul, mendesak ingin mencari pintu yang tak pernah ada.
Dan aku menulis dibalik sunyi ini. Kata-kata yang ada tanpa arti. Semua seakan menemani mencoba jadikan ramai tanpa arti. Kemana sisa-sisa tawa yang kemarin kulihat? Kemana sisa-sisa tangis yang kemarin masih melukai?
Muak, dengki, rindu, cinta, benci hilang tak lagi berbatas. Ini cerita yang habis lalu tak pernah tuntas. Kemana ceria yang dibawanya kemarin saat dia datang? Kemana tangis yang ada karena rindu akan dia tak mau hilang?
Begini atau begitu akhir yang tersedia. Pilihkan untukku racun yang paling pahit, paling menjijikkan dan paling mematikan biar semua berakhir. Tak terhempas dan tak terangkat cuma tergantung hanya indah bila neraka adalah bahagia. Tusuk kan samurai itu menembus perutku dan akhiri semua. Jangan tinggalkan aku di ruang tunggu yang pintu kirinya surga dan pintu kanannya neraka!!!
Dan aku menulis dibalik sunyi ini. Kata-kata yang ada tanpa arti. Semua seakan menemani mencoba jadikan ramai tanpa arti. Kemana sisa-sisa tawa yang kemarin kulihat? Kemana sisa-sisa tangis yang kemarin masih melukai?
Muak, dengki, rindu, cinta, benci hilang tak lagi berbatas. Ini cerita yang habis lalu tak pernah tuntas. Kemana ceria yang dibawanya kemarin saat dia datang? Kemana tangis yang ada karena rindu akan dia tak mau hilang?
Begini atau begitu akhir yang tersedia. Pilihkan untukku racun yang paling pahit, paling menjijikkan dan paling mematikan biar semua berakhir. Tak terhempas dan tak terangkat cuma tergantung hanya indah bila neraka adalah bahagia. Tusuk kan samurai itu menembus perutku dan akhiri semua. Jangan tinggalkan aku di ruang tunggu yang pintu kirinya surga dan pintu kanannya neraka!!!
I love it....I love it....
BalasHapus