Aku harus mengakui, kamu itu hebat. Aku ga pernah merasa seperti ini sebelumnya. Bahkan aku ga pernah sampe mendoakan orang lain sebelumnya untuk kebahagiaan nya. Tapi, kamu bisa membuat aku terus membawamu dalam doa-doaku setiap hari.
Seberapa sakitnya hatiku saat itu, seberapa marahnya aku saat itu, seberapa sebelnya aku sama kamu saat itu, aku masih mendoakan kebahagiaan mu dan kesehatanmu. Bahkan ketika yang ada di otakku adalah kamu sudah pergi meninggalkanku pun, aku masih menyebut namamu dalam doaku.
Kadang, aku berfikir siapa sih kamu sampai bisa membuatku seperti ini? Tapi lucunya, ketika aku memulai doa dengan tanda salib, itu semua ga penting. karena namamu selalu yang pertama telintas di benak ku.
Semua orang tahu, aku bukan orang yang religius. Tapi kamu tahu, sejak mengenalmu lebih dekat 2 bulan lalu, secara tak sadar, aku mulai berdoa. Berdoa di setiap kesempatan yang ada.
Namun, kini kamu telah pergi. dan aku hanya bisa bertanya, apa salahku? apa yang salah? Tanpa sepatah kata pun. Tapi kamu harus ingat, sampai tadi pagi pun, aku masih meminta agar kamu bisa dapatkan beasiswamu itu di sana....
Seberapa sakitnya hatiku saat itu, seberapa marahnya aku saat itu, seberapa sebelnya aku sama kamu saat itu, aku masih mendoakan kebahagiaan mu dan kesehatanmu. Bahkan ketika yang ada di otakku adalah kamu sudah pergi meninggalkanku pun, aku masih menyebut namamu dalam doaku.
Kadang, aku berfikir siapa sih kamu sampai bisa membuatku seperti ini? Tapi lucunya, ketika aku memulai doa dengan tanda salib, itu semua ga penting. karena namamu selalu yang pertama telintas di benak ku.
Semua orang tahu, aku bukan orang yang religius. Tapi kamu tahu, sejak mengenalmu lebih dekat 2 bulan lalu, secara tak sadar, aku mulai berdoa. Berdoa di setiap kesempatan yang ada.
Namun, kini kamu telah pergi. dan aku hanya bisa bertanya, apa salahku? apa yang salah? Tanpa sepatah kata pun. Tapi kamu harus ingat, sampai tadi pagi pun, aku masih meminta agar kamu bisa dapatkan beasiswamu itu di sana....
Komentar
Posting Komentar